- bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani akan tercapai dengan merubah sistim pelayanan - peta wilayah kantor

Jumat, 01 Maret 2019

Uji Coba Rancangan Permenkes Penyelenggaraan Kekarantinaan di Pelabuhan

Gambar mungkin berisi: 13 orang, termasuk Anas Ma'ruf dan Jefri Hasurungan S, orang tersenyum

Pada tanggal 20 Pebruari 2019. Uji Coba Rancangan Permenkes tentang penyelenggaraan kekarantinaan di pelabuhan telah dilaksanakan di Batam. Ka. KKP Tanjung Priok, dr. Jefri H.Sitorus, M.Kes menjadi salah satu nara sumbernya. Acara berlangsung sukses ...semoga segera disyahkannya Rancangan Permenkes setelah di syahkannya UU No.6 th 2018 ttg Kekarantinaan Kesehatan. Salam sehat.

Minggu, 24 Februari 2019

Sosialisasi Permenkes No 50 tahun 2017 Wilker Muara Baru


Sosialisasi Permenkes No 50 tahun 2017 dalam Koordinasi Pengendalian Vektor di Pelabuhan Tanjung Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Wilayah Kerja Pelabuhan Samudera Muara Baru Tanggal 20 Pebruari 2019.

Sambutan & Arahan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kls. I Tanjung Priok (dr. Jefri Hasurungan Sitorus, M.Kes) dan didampingi Kabid PRL, Wahyuni, SKM, MKes beserta Korwilker Saepul.Millah, SKM. Acara dihadiri oleh instansi dan Stake Holder berjumlah 20 orang.

Sosialisasi Permenkes No 50 tahun 2017 di Pelabuhan Tanjung Priok

Ruangan Rapat di KKP Kelas I Tanjung Priok

Pertemuan Sosialisasi Permenkes No 50 tahun 2017 dalam Koordinasi Pengendalian Vektor di Pelabuhan Tanjung Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Tanggal 18 Pebruari 2019.

Pembukaan di awalai dengan Sambutan & Arahan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kls. I Tanjung Priok (dr. Jefri Hasurungan Sitorus, M.Kes)

Materi Sosialisasi Permenkes Nomor 50 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan untuk vektor dan binatang pembawa penyakit serta pengendaliannya. Dibawakan oleh Dr. Suwito (Kasubdit Vektor, Ditjen P2P).

Dalam Sosialiasi ini ada beberapa pertanyaan dari peserta sosialisasi, yaitu :

Pertanyaan  dari Mangsa (IPC) :
  1. Terkait bab 3 menjelaskan tentang vektor penyebab penyakit tetapi untuk kutu rambut tidak ada di Permenkes nomor 50 Tahun 2017? 
  2. kemudian terkait lalat yang ada di rumah makan tetapi pengendaliannya menggunakan obat nyamuk itu bagaimana?
  3. Apakah keong bisa menyebabkan penyakit?
Jawaban  dari Dr. Suwito :
  1. Tidak semua vektor masuk ke dalam permenkes nomor 50 tahun 2017, kalau kutu yang diatur dalam permenkes hanya kutu pinjal  di tikus yang menyebabkian penyakit pes. Kutu banyak jenisnya yaitu kutu rambut, kutu kemaluan, kutu badan. Beberapa kutu dapat menyebabkan penyakit karena kutu menghisap darah ketika ada patogen pada orang yang sehat akan ditularkan kepada orang yang sakit. 
  2. Pengendalian lalat dengan obat nyamuk bakar tetapi yang jadi masalahpaparan dari asap realtif bahaya terhadap sistem pencernaan karena terhirup kemudian jika menggunakan obat nyamuk semprot residunya bisa jatuh ke makanan dan itu berbahaya
  3. Untuk penyebab penyakit yang disebabkan oleh keong baru ditemukan di daerah sulawesi dengan nama latin oncomelania hupensis tindansius penular penyakit schistomiasis/demam keong selain itu belum ditemukan.
Pertanyaan  dari Wahyudi (Sudin Jakarta Utara) :
Terkait dengan bab 6 tentang perizinan pasal 19, perizinan apakah yang diatur oleh peraturan lama apa ada di peraturan baru? Kemudian terkait penggunaan insektisida, golongan insektisida apa yang bisa untuk pengnendalian vektor?

Jawaban  dari Dr. Suwito 
Perizinan kabuapten/kota sudah terpadu berkasnya di analisis oleh dinas kesehatan yang berbeda hanya di KKP pelabuhan, bandara, perbatasan lintas batas darat negara.

 Hasil Kesepakatan dari Stake holder yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok, adalah : 
  • Seluruh stake holder yang berada di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungannya masing masing
  • Seluruh stake holder yang berada di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok secara aktif dan mandiri melakukan Pemberantsan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing masing minimal 1 minggu sekali pada saat jumaat bersih
  • KKP melakukan  pengawasan vektor dan evaluasi di pelabuhan dalam rangka pengendalain risiko lingkungan di pelabuhan Tanjung Priok- KKP sebagai regulator dan konsulen  dalam pengendalian risiko lingkungan di pelabuhan Tanjung Priok
  • Seluruh stake holder yang berada di wilayah pelabuhan tanjung priok secara aktif dan mandiri melakukan pengendalian vektor di Lingkungannya masing masing
Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan
Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk dan dalam ruangan 
Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang duduk dan dalam ruangan
Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

Selasa, 13 November 2018

Peran KKP Kelas I Tanjung Priok dalam Pameran HKN ke 54 Tahun 2018

Bersama dengan dr. Anung Sugihantono, M.Kes,
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (ketiga dari arah kiri)
Pameran HKN ke 54 tahun 2018 di ICE BSD Tangerang, bertemakan “Aku Cinta Sehat” dengan sub-tema “Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita”,( Readmore ) sudah berakhir tanggal 10 Nopemeber 2018. Yang melibatkan 150 peserta salah satunya dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit( P2P) dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) nya. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok merupakan salah satu UPT yang dilibatkan dalam pameran kali ini termasuk dari KKP Kelas I Soetta dan KKP Kelas II Cilacap. 

Bersama dengan dr. Jefri Hasurungan Sitorus, M.Kes,
Kepala Kantor Kesehatahan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok (paling kiri)
Pameran tahun ini  tentunya tidak lepas dari pameran tahun sebelumnya untuk menyampaikan TUSI Tugas dan Fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok melalui media poster kegiatan rutin, leaflet tentang penyakit-penyakit yang berpotensi wabah dan KLB, Kuis dan menjawab pertanyaan jika ada yang menanyakan. Boot yang disediakan oleh P2P dibagai 3 institusi KKP berukuran 3 x 2 meter dan ini sudah berjalan 3 tahun dan harus mewakili semua kegiatan.

Setiap pameran HKN, Ditjen P2P selama ini selalu melibatkan UPT di bawah pembinaannya termasuk KKP Kelas I Tanjung Priok. Walaupun tidak ada secara khusus bagian media publikasi dalam struktur organisasi KKP, terutama pameran maka sebagai tanggungjawab sebagai UPT tetap harus melaksanakannya. 

Sebagai media penyampaian informasi yang paling viral tentunya dititik beratkan kepada kuis berupa pertanyaan dengan pilihan ganda dengan souvenir yang beragam. Kunjungan dari buku tamu pada hari pertama adalah 155 pengunjung, hari kedua 200 pengunjung dan pada hari ke tiga 216 pengunjung. Selama mengikuti pameran ternyata pengunjung lebih berminat dengan kuis atau pertanyaan berhadiah atau souvenir yang bermanfaat untuk digunakan, hastag instagram dan follow dan Putaran berhadiah baik fisik ataupun aplikasi. 



Dengan kontribusi dari KKP Kelas I Tanjung Priok maka Ditjen P2P mendapatkan juara ke 2 dalam pameran HKN ke 54 Tahun 2018


Dalam kesempatan acara HKN ke 54 ini Kemenkes di wakili oleh dr. Kirana Pritasari, MQIH (Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI) memberikan Penghargaan Pelabuhan Sehat kepada Pelabuhan Laut Tanjung Priok Jakarta Utara dan Pelabuhan Laut Muara Baru. 


dari arah kiri ke kanan
Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta, Rahmat Irawan, A.Pi, M.M., Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok, dr. Jefri Hasurungan Sitorus, M.Kes, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jakarta Capt. Hermanta, M.Mar
 Capt. Hermanta, M.MarKepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jakarta
Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta, Rahmat Irawan, A.Pi, M.M. (kiri) & Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Muara Baru, Saeful Millah,SKM (kanan)