- bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani akan tercapai dengan merubah sistim pelayanan - peta wilayah kantor

Jumat, 24 Februari 2012

Pelabuhan Sehat / K2L Pelabuhan Tanjung Priok

Photo Bersama Pertemuan K2L/Pelabuhan Sehat Tgl 14 Pebruari 2012

Untuk menghadapi era globalisasi di Pelabuhan Tanjung Priok diperlukan suatu tatanan wilayah kerja terbebas dari faktor risiko manusia dan lingkungannya. Suatu langkah yang tepat bisa dikatakan seperti itu adalah membuat wadah untuk meyalurkan pendapat dari beberapa unit pemerintahan yang berada di Pelabuhan Tanjung Priok. Wadah itu telah dibuat bernama Komite Keselamatan Kesehatan dan Lingnkungan (K2L) atau Pelabuhan Sehat dan sudah dua kali melakukan pertemuan padat tanggal 08 Juni 2011 dan tanggal 14 Pebruari 2012.

Setiap pertemuan tentunya menghasilkan keputusan bisa di baca disini berupa kesepakatan dan recana kerja. Apa saja rencana kerja yang prioritaskan harus dilaksanakan pada pertemuan K2L pada tahun ini salah satunya adalah melakukan PSN (Pembasmian Sarang Nyamuk) sesuai undangannya dilaksankan PSN hari Jum'at tanggal 02 Maret 2012 dengan lokasi : Halaman Terminal penumpang Nusantara Pura II Tanjung Priok dan sekitarnya.

Daya tarik diperlukan dalam kegiatan PSN ini, apa saja darik tersebut ? jika Anda di undang maka datanglah siapa tahu ada Voucher atau paling minimal bingkisan kaos atau topi. Liputan kegiatan akan Kami lakukan tunggu postingan berikutnya.

Kamis, 09 Februari 2012

Himbauan Kepada Wilayah Kerja Tentang Laporan Bulanan

Kepada pengelola program Pengendalian Risiko Lingkungan di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok untuk mengirimkan Laporan Bulan Januari 2012. Pengiriman dapat melalui email kkptanjungpriok@gmail.com Tentang laporan bulanan PRL yang dikirim dengan format PWS dan SIMKESPEL sebelum dikirim (jika besar) di unrar/unzip dahulu.  Wilayah Kerja tersebut, yaitu :

Wilayah Kerja Marunda
Wilayah Kerja Kalibaru
Wilayah Kerja Sunda Kelapa
Wilayah Kerja Muara Baru dan ...
Wilayah Kerja Muara Angke

Atas perhatiannya Saya ucapkan Terima Kasih

Senin, 06 Februari 2012

Buku Panduan Inspeksi Kapal dan Penerbitan Certifcates Sanitasi Kapal


Dalam pelaksanaan di lapangan untuk pemeriksaan kapal diperlukan pengetahuan yang luas namun terkadang faktor "lupa" karena sesuatu sebab bisa mengganggu pelaksanaan kegiatan. Untuk itu diperlukan refernsi atau buku peganggangan untuk petugas dilapangan. Dalam hal ini WHO dengan IHR 2005 -nya telah membuat buku panduan dan Sekaranglah KITA MEMILIKI BUKU PEGANGAN ( orang kita mengatakan buku saku ) untuk pelaksanaan kegiatan ke kapal.

Bagi semua petugas pemeriksa kapal di seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan diIndonesia wajib memiliki buku ini. Silahkan mendownload atau unduh di alamat ini http://whqlibdoc.who.int/publications/2011/9789241548199_eng.pdf  atau klik disini

Sesuai dengan tinjauan Buku Panduan ini yaitu (terjemahan google )

" This handbook is intended to be used as reference material for port health officers, regulators, ship operators and other competent authorities in charge of implementing the IHR (2005) at ports and on ships. The handbook is based on the IHR (2005) provisions regarding ship inspection and issue of SSCs. They provide guidance for preparing and performing the inspection, completing the certificates and applying public health measures within the framework of the IHR (2005). "

" Buku panduan ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai bahan referensi bagi petugas kesehatan pelabuhan, regulator, operator kapal dan pihak berwenang lainnya yang bertanggung jawab melaksanakan IHR (2005) di pelabuhan dan kapal. Buku panduan ini didasarkan pada (2005) ketentuan IHR tentang inspeksi kapal dan isu SSK. Mereka memberikan bimbingan dalam penyusunan dan melakukan pemeriksaan, melengkapi sertifikat dan menerapkan ukuran kesehatan masyarakat dalam rangka IHR (2005). "

Bagi KKP yang menginkan buku panduan dengan bahasa Indoensia silahkan melakukan pemesanan di alamat ini http://apps.who.int/bookorders/anglais/detart1.jsp?sesslan=1&codlan=1&codcol=15&codcch=817 atau disini . Lakukan sesuai petunjuk yang diberikan didalamnya dan karena melakukan pemesanan tentu harus bayar. Ini bukan iklan untuk membeli buku hanya informasi semata.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Minggu, 05 Februari 2012

Kunjungan Masmedia ke KKP Tanjung Priok

Pada hari jum'at, 03 Pebruari 2012. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok dikunjungi oleh beberapa Masmedia, Media Masa dan elektronik  untuk meliput " Waspada Flu Burung ". Bagaimana hasil liputan dari masmedia tersebut ?.

Berita Satu
Inilah liputannya : Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Tanjung Priok menyatakan selalu siaga untuk penanggulangan flu burung dalam pemeriksaan awak kapal maupun muatan di pelabuhan tersebut.

"Kita selalu siap, selalu melakukan simulasi. Dan ada eskalasi (peningkatan) kegiatan jika pemerintah menetapkan ada wabah tertentu," kata Kepala KKP Tanjung Priok dr Azimal M.Kes dalam temu media di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (3/2)

Ia mengatakan pihaknya selalu memantau laman Badan Kesehatan Dunia (WHO) jika ada penyakit yang dinyatakan pandemi, dan melakukan langkah persiapan terutama dalam menangani kapal-kapal dari negara asal pandemi.

"Seperti misalnya wabah flu burung, kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh bagi kapal-kapal dari negara asal wabah," katanya.

Jika ada awak kapal yang memiliki gejala serupa dengan flu burung, KKP akan langsung merujuk awak kapal itu ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

"Waktu flu burung mewabah, kita pernah mengirimkan 13 suspek ke RSPI Sulianti Saroso meskipun kemudian dinyatakan negatif," ujar Azimal memberi contoh.  Baca dari sumbernya

Info Publik
Inilah liputannya : Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjug Priok belum melakukan langkah antisipasi khusus, terkait merebaknya kasus H5N1 (flu burung) di beberapa negara, seperti yang terjadi di Kamboja dan Vietnam, Kamis (2/2), yang kembali merenggut satu korban jiwa. Meski belum melakukan antisipasi khusus, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan melalui simulasi latihan dari waktu ke waktu. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan I (KKP) Tanjung Priok Azimal saat kunjungan media di pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (3/2) sore. Indonesia sebagai focal point dari International Health Regulation (IHR) Badan Kesehatan Dunia WHO, akan mendapatkan jika terjadi wabah yang menyerang negara anggotanya. "KKP Tanjug Priok terapkan pengawasan ketat sesuai standar dan prosedur yang berlaku. WHO akan mengabarkan jika terjadi suatu pandemi, dengan itu kewaspadaan segera ditingkatkan, tidak ada persiapan khusus. Sampai kini belum ada laporan dari WHO. Meski begitu kami tetap melakukan simulasi untuk selalu waspada jika terjadi suatu pandemi," katanya. Baca dari sumbernya

PelitaOnline 
Inilah liputannya : Sedikitnya ada 14 penyakit menular lintas negara yang patut diwaspadai dan masuk dalam daftar pengawasan. Diantaranya, yang beberapa tahun terakhir kasusnya merebak seperti flu burung, SARS, meningitis, kolera, anthrax, ebola dan HIV/AIDS.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan I (KKP) Tanjung Priok Azimal saat kunjungan pewarta media dalam acara ‘Cegah Tangkap Penyakit di Pintu I Tanjung Priok’ di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (3/2).

Melihat merebaknya jenis penyakit tersebut, KKP Tanjung Priok senantiasa melakukan ‘Cegah Tangkal Penyakit Karantina’. Meliputi  penyakit menular potensial dan segala sesuatu yang masuk dalam Public Health of International Concern (PHEIC) antar daerah, antar pulau dan juga antar negara.

“Itu merupakan tugas kami (KKP). Apalagi KKP di berbagai daerah memiliki standard operating procedure rutin untuk melakukan pemeriksaan kapal yang transit di pelabuhan," kata Azimal kepada wartawan.

Sebenarnya tugas KKP itu, adalah melakukan pengamanan dan merujuk jika ada awak kapal yang menderita penyakit menular tertentu. Memeriksa siapa saja yang terpapar oleh penderita dan kemudian untuk tindakan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit. Baca dari sumbernya

Seputar Indonesia
Inilah liputannya : Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priok Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan pendeteksian dini dan pengawasan masuknya virus flu burung dan flu babi lewat pelabuhan.

Hal ini dilakukan mengingat akhir-akhir ini suspect flu burung dan flu babi sedang merebak di wilayah Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kepala KKP Kelas I Tanjung Priok Kemenkes Azimal mengatakan, virus flu burung dan flu babi merupakan dua virus yang sangat diwaspadai peredarannya melalui pelabuhan. Kendati demikian, dia mengemukakan, selama 2010- 2011 tidak ada virus flu burung dan flu babi yang masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Meskipun ada 13 orang suspect pada rentang waktu tersebut, semuanya dinyatakan negatif dari virus tersebut. “Ada 13 orang suspect flu burung sepanjang 2010–2011.Mereka adalah penumpang kapal dari Singapura dan Filipina. Pada saat itu screening segera dilakukan untuk pemeriksaan laboratorium. Dari 13 suspect itu, berdasarkan pemeriksaan laboratorium, semua hasilnya negatif,” ungkap dia kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Priok,Jakarta,kemarin.

Dia mengutarakan, saat ini pihaknya akan melakukan deteksi dini kepada kapal yang berasal dari negara tertentu, khususnya negara yang sedang terinfeksi virus tertentu,termasuk flu burung dan flu babi. Setelah itu dilakukan karantina terhadap kapal tersebut. Azimal mengungkapkan, untuk mencegah masuknya virus flu burung dan flu babi melalui pelabuhan, pihaknya selalu mengecek website World Health Organization (WHO). Baca dari sumbernya

Itulah hasil dari liputan masmedia, yang bisa penulis tampilkan dari internet semoga bermanfaat.

Kamis, 02 Februari 2012

BARCODE DOKUMEN KESEHATAN PELABUHAN untuk WILKER


Petunjuk Penggunaan Q-Loader (Jadikan Walpaper)













































Untuk lebih cepat informasi data terkirim dan tersimpan di database dokumen kesehatan, disarankan kepada petugas barcode di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan, yaitu :

Wilayah Kerja Pelabuhan Marunda
Wilayah Kerja Pelabuhan Kalibaru
Wilayah Kerja Pelabuhan Sunda Kelapa
Wilayah Kerja Pelabuhan Muara Baru
Wilayah Kerja Pelabuhan Muara Angke

Untuk mengunakan aplikasi barcode versi terbaru QLoader Versi V.0.0.0.3., karena Mulai tanggal 01 Pebruari 2012 server untuk aplikasi lama di tutup . Untuk download silahkan masuk ke http://www.kespel.net/  atau bisa download di sini besar apliaski 8 Mb. 

Jika mengalami error upload data dan ada pesan "alokasi dokumen belum ada" silahkan konsultasi kepada Pak Masna. Nomor kontak Pak Masna silahkan hubungi Bagian Pengendalian Karantina dan Surveilan Epidemilogi ( PKSE) Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok.

Perlu diketahui penggunaan aplikasi ini disarankan untuk terhubung dengan jarinagan internet.

Bersama pasti BISA. Salam Admin