- bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani akan tercapai dengan merubah sistim pelayanan - peta wilayah kantor

Selasa, 01 Mei 2012

Coffee Morning QIC & Badan Karantina Pertanian/Perikanan

Bertempat di Auditorium gedung B kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pada hari Jumat 20 April 2012 diselenggarakan acara Coffee Morning Direktur Jenderal Bea dan Cukai dengan jajaran Karantina Kesehatan, Imigrasi dan Karantina Pertanian dan Perikanan.
Pejabat yang hadir dalam acara tersebut adalah Bambang Irawan, SE (Direktur Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM), Ir. Banun Harpini, MSc (Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian), Agus Priyono (Sekretaris Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Perikanan), dr. Imam Triyanto, MPH (Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta) dan RBA Widjonarko, SKM, M Kes (Kepala Bidang PKSE, mewakili Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok)   serta pimpinan masing masing unit dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta, Kantor Imigrasi Soekarno Hatta Banten dan Polonia Medan, Karantina Perikanan Belawan serta jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai menyampaikan bahwa jajaran QIC  (Quarantine, Immigration, Customs) harus bekerjasama lebih erat dalam menjalankan tugas walaupun berada dibawah kementerian yang berbeda. QIC harus bersinergi dalam meningkatkan pelayanan terhadap arus orang dan barang tanpa mengabaikan aspek pengawasannya.

Peserta yang hadir mengapresiasi kegiatan coffee morning ini, dan diharapkan dapat dilaksanakan kembali pada masa mendatang. Diusulkan kegiatan ini dilaksanakan bergantian di Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Badan Karantina Pertanian. 


Dari kiri ke kanan: dr. Imam Triyanto, MPH (Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta), Bambang Irawan, SE (Direktur Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM), Agung Kuswandono (Direktur Jenderal Bea dan Cukai), RBA Widjonarko, SKM, M Kes (Kepala Bidang PKSE, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok), Ir. Banun Harpini, MSc (Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian), Agus Priyono (Sekretaris Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Perikanan)@ Penulis : dr.M.Farhany,MKM (Kepala Seksi Pengendalaian Karantina)

1 komentar:

  1. memang pengawasan terhadap keluar masuknya barang harus lebih diperketat mengingat banyaknya bahan-bahan berbahaya.

    Alat Kesehatan nebulizer

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan pesan atau komentar dengan sopan, terima kasih sudah berkunjung